Footer Widget 1

Texts

Footer Widget 3

Footer Widget 2

Blogger Tricks

BlogFlux Tools

Blogger Themes

Mouxine Zone

Tampilkan postingan dengan label Catatan MURI. Tampilkan semua postingan

Sambel Pecel Memecahkan MURI

Hay ada kabar dari kota kesayanganku nih Madiun city :).Kemaren Madiun heboh banget ada 40 ribu manusia memadati kota madiun karena diadakannya pemecahan rekor Muri (museum rekor indonesia) di sepanjang jalan pahlawan madiun.Pasti pada bertanya tanya rekor apa yang mau dipecahkan oleh madiun yah (pede amit )rekor yang mau dipecahkan adalah rekor sambel pecel sepanjang 1 kilometer.haduh mantep deh.tapi aq capek banget loh karena anak-anak pramuka sekota madiun disuruh ikut bantuin pak polisi jaga si sambel pecel.mana penontonnya berdesak-desakan dan dorong-dorongan maju ke depan terus lagi aq sampai kewalahan dan terus ngomel-ngomel bu pak tolong mundur(aduh udah kayak pak polisi belom yah ) gitu terus tapi nyatanya omongan ku ga digubris sama sekali mereka ke depan dan terus ke depan wah-wah emang warga madiun kurang tertib tuh :) .

Pemrakarsa sambel pecel sepanjang 1000 meter itu adalah ibu walikota(sory ga tahu namanya kemaren disebutin tapi lupa)dibantu dengan 2000 ibu pkk sekota madiun dan pembuatannya itu loh bukan main lamanya 2 minggu lo bok mantep mantep.saat detik detik terakir kemaren smua warga madiun berdoa tuh agar panjangnya 1000 meter karena klo ga 1000 meter ga jadi rekor bok eh ga taunya malah panjangnya mencapai 1200 meter aduh bok panjang melebihi target MURI :) sip deh.kalian bisa baca beritanya disini.

Oh ya dalam rangka ultah madiun yang ke 89 banyak sekali event yang dieselenggarakan cuman aq lupa apa aja pokoknya banyak banget bulan juni emang enak buat cuci mata loh kok bisa? iya soalnya ada karnaval drum band di madiun mungkin aja yang mau ke madiun silakan aja banyak cewek cantik keluar deh dijamin :) kemaren diubek ubek sambil jaga cari-cari pandangan hidup eh dapat juga mantep deh :) yuk cari cewek cantik madiun :)

Tag : ,

400 Mading Pecahkan Rekor Muri

Pameran majalah dinding yang digelar Surat Kabar Mahasiswa Universitas Gadjah Mada Bulaksumur di area bulevar kampus UGM, Minggu (8/7), memecahkan rekor Muri sebagai mading terbanyak. Tercatat 400 mading karya pelajar dan mahasiswa dipajang dalam pameran itu.

Jumlah majalah dinding (mading) itu jauh lebih banyak dari catatan rekor sebelumnya, yakni 229 mading, yang dipegang harian Jawa Pos tahun 2003 di Surabaya. Karena itu, menurut Ari Andriani dari lembaga Muri, mading terbanyak ini layak masuk dalam rekor Muri dan tercatat dengan nomor rekor 2.631. Piagam penghargaan diserahkan Muri yang diwakili Ari Andriani kepada Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UGM Chairil Anwar.

Ketua panitia lomba dan pameran mading bertajuk “Mbeber Ekspresi”, Maharani Ratna Pambayun, menuturkan, acara pemecahan rekor yang digelar untuk memperingati ulang tahun ke-16 SKM UGM Bulaksumur itu diawali dengan lomba mading tingkat SMP, SMA, mahasiswa, dan umum. Pengumpulan mading dilakukan 18 Juni-3 Juli.

“Mading dari para peserta lomba itulah yang dipamerkan dalam pemecahan rekor ini. Peserta sendiri ada sekitar 150 kelompok. Setiap kelompok bebas mau mengumpulkan berapa mading. Terkumpul 400 buah,” katanya.

Lomba

Maharani menuturkan, lomba dan pemecahan rekor itu bertujuan menggalakkan budaya menulis di kalangan pelajar dan mahasiswa sekaligus untuk mengenalkan dunia jurnalistik mading. “Mading itu sesuatu yang menarik, mudah tetapi memerlukan kreativitas untuk membuatnya. Menulis di mading bisa dengan gaya santai, tidak perlu sangat serius, sederhana saja bisa,” katanya.

Ia menuturkan, berdasarkan pengamatan yang dilakukan, dunia mading saat ini cenderung lesu. Meski beberapa kali lomba mading sudah digelar, ini belum berdampak signifikan membangkitkan dunia mading di sekolah dan di perguruan tinggi. “Kami ingin membuat acara yang berbeda. Selama ini lomba mading kurang gereget. Nah dengan acara seperti ini diharapkan bisa lebih luas cakupannya sehingga akan bisa mendorong pelajar dan mahasiswa selalu mengingat mading,” tuturnya.

Chairil Anwar berharap pemecahan rekor dapat memberikan semangat bagi pelajar dan mahasiswa untuk aktif dalam dunia tulis-menulis dan jurnalistik. “Selama ini kita kan lebih banyak budaya lisan bukan menulis dan membaca. Budaya menulis perlu digalakkan,” ungkapnya. (RWN)

Sumber: Kompas, 9 Juli 2007


Tag : ,

- Copyright © MouxineZone - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -